Rabu, 03 April 2013

Seni Lukisan di Perancis


BAB I Pendahuluan
A.  Latar Belakang

Lukisan-lukisan tertua di dunia datang dari gua Chauvet Grotte diPerancis, diyakini menjadi sekitar 32.000 tahun. Lukisan-lukisan ini mulai terukir gambar seperti wajah batu, dengan warna yang dilukis pada sesudahnya - merah oker dan pigmen hitam hati-hati ditempatkan, menciptakan gambar kuda, kerbau, singa, raksasa, badak, dan bahkan beberapa gambar dari manusia terjadi berburu. Menariknya cukup, gua di Prancis tidak satu-satunya tempat di mana lukisan gua ditemukan - independen satu sama lain, manusia datang dengan gagasan menciptakan gambar berwarna untuk mewakili hal-hal yang penting bagi mereka, mendokumentasikan sehingga orang lain dapat belajar dan mengerti. Contoh lain dari lukisan gua telah ditemukan di lokasi-lokasi yang beragam seperti AustraliaSpanyolPortugalIndia, dan bahkan Cina!

Ada banyak ide, mengapa manusia memutuskan untuk melukis, dengan salah satu teori yang paling lazim berpusat di sekitar gagasan untuk menciptakan gambar sebagai sarana untuk 'menangkap' roh hewan. Dalam pengertian ini, seorang pemburu atau prajurit akan diCat gambar dari hewan yang mereka inginkan untuk berburu dan membunuh, dan menangkap hewan yang dalam gambar, mereka percaya bahwa mereka pada dasarnya 'menangkap' roh yang hewan dan mengutuk mereka untuk nasib mereka - atau setidaknya membuat mereka lebih mudah untuk menangkap!




Ide lain fokus pada gagasan yang lebih sederhana bahwa manusia purba hanya berharap untuk memberi penghormatan kepada alam yang mengelilingi mereka, baik sebagai tampilan pengabdian kepada dewa-dewa alam mereka atau hanya sebagai penghargaan atas keindahan sekitarnya. Ide ini memberikan cara untuk spekulasi ilmiah bahwa semua manusia memiliki hasrat bawaan untuk mengekspresikan diri mereka dalam satu bentuk atau lain dan masyarakat hari hanya sebagai modern berisi orang-orang yang mengekspresikan diri melalui berbagai cara, seperti lukisan atau arsitektur atau menjahit, manusia di zaman kuno mungkin mengikuti pola dasar yang sama!

B.  Permasalahan
1.      Bagaimana asal-usul lukisan Mona Lisa karya Leonardo Da Vinci ?
2.      Apa saja fakta menarik dari 3 lukisan terkenal di perancis ?
3.      Apa itu Impresionisme ?









Bab II Pembahasan

Ada 3 lukisan yang saya tuliskan dan akan saya jelaskan, lukisan ini terkenal dari perancis. Lukisan terkenal menginspirasi rasa budaya & sejarah. Dunia seniman terkenal seperti Van Gogh, Picasso, Vermeer, Renoir, Da Vinci, dan Monet telah terpikat orang selama berabad-abad. Lukisan ini merupakan reproduksi lukisan cat minyak popular.

A.   Asal-usul lukisan Mona Lisa by Leonardo Da Vinci

Lukisan Monalisa yang juga dikenal sebagai La Gioconda di Italia dan La Joconde di Perancis diyakini banyak kalangan dilukis oleh Leonardo da Vinci pada era Renaisans yaitu tepatnya di tahun 1503. Sementara subyek lukisannya menurut sejumlah sejarawan adalah seorang wanita asal kota Florence, Italia yang bernama Lisa del Giocondo atau Lisa Gherardini, isteri dari seorang pengusaha sutera kaya, Francesco del Giocondo.


Leonardo da Vinci mengerjakan lukisan potret ini hingga tahun 1506 dan sayangnya ia tidak meninggalkan catatan apapun dalam karya legendaris tersebut hingga akhir hayat pada tahun 1519. Namun hal inilah yang membuat Monalisa menjadi masyhur karena para sejarawan mengajukan beragam teori tentang lukisan ini baik berupa motif pribadi da Vinci dalam melukis, subyek lukisan, kapan lukisan dibuat, siapa pemilik sah lukisan dan tentu saja: makna senyum si Monalisa.


Leonardo da Vinci
Lukisan Monalisa menggambarkan potret setengah badan seorang wanita usia pertengahan 20an yang berpose di sebuah teras gedung. Berbeda dengan sejumlah model lukisan potret pada masa itu yang umumnya berpose tegak lurus dan kaku, model lukisan ini terlihat santai menyilangkan tangannya di pegangan kursi sambil mengembangkan senyum tipis yang sangat misterius. Lukisan ini menjadi khas juga karena sang model lukisan tidak memakai perhiasan apapun di tubuhnya dan bahkan tidak mempunyai alis mata! Namun sebenarnya lukisan Monalisa tidak terlalu terkenal hingga pertengahan era 1800an ketika para seniman aliran Simbolik memuji Monalisa sebagai simbol kemisteriusan wanita. Sejak saat itu Monalisa menjadi inspirasi berbagai macam puisi, lagu dan drama. Semakin terkenal lagi ketika lukisan ini dicuri pada tahun 1911 dan untungnya dua tahun kemudian diketemukan.
Mona Lisa, lukisan dunia yang paling terkenal, dimiliki oleh pemerintah Perancis dan hang di Louvre di Paris. Lukisan itu menunjukkan seorang wanita memandang penampil dengan apa yang sering digambarkan sebagai "senyum misterius". Mona Lisa mungkin adalah bagian yang paling terkenal dalam sejarah seni; beberapa karya lain seni adalah sebagai romantis, merayakan, atau direproduksi.

            SEBUAH senyum ternyata bisa memancing banyak interpretasi, teori, polemik, film, lagu, puisi bahkan parodi. Sementara sang empunya senyum mungkin hanya sekedar tersenyum saja dan tidak memiliki maksud apapun dari senyumannya itu karena hingga kini dia hanya terpaku diam di dinding Museum Louvre, Perancis. Itulah senyum Monalisa, sebuah ekspresi dari lukisan karya maestro Leonardo da Vinci. Lukisan Monalisa sampai saat ini dipercaya merupakan karya seni yang paling banyak dilihat orang sedunia. Bagaimana tidak, jutaan salinan lukisan ini telah dibuat dan beredar di seluruh dunia, sementara lukisan aslinya yang dipajang di Museum Louvre dipelototi oleh ribuan pengunjung setiap hari. Lalu mengapa lukisan ini menjadi sangat terkenal? Berikut sepenggal kisah asal-usul dan beberapa fakta menarik tentang lukisan Monalisa.
Perjalanan panjang Monalisa

Monalisa merupakan salah satu karya kesayangan Leonardo da Vinci. Ini terbukti karena da Vinci terus membawa lukisan tersebut kemana pun dia pergi hingga akhir hayat. Tahun 1516, da Vinci diundang melukis ke Perancis oleh Raja Francois I. Raja yang kagum terhadap karya-karya da Vinci membeli sejumlah lukisan sang maestro termasuk lukisan Monalisa dan kemudian memajangnya di istana Château Fontainebleau. Selanjutnya, Raja Louis XIV memindahkan lukisan ke istana Versailles. Setelah Revolusi Perancis, lukisan berpindah lagi ke istana (sekarang museum) Louvre. Penguasa terkenal pasca Revolusi Perancis, Napoleon I bahkan pernah menggantung lukisan Monalisa di kamar pribadinya.
Peristiwa menggemparkan terjadi pada 21 Agustus 1911 ketika Monalisa dicuri oleh seorang karyawan museum berkebangsaan Italia, Vincenso Peruggia. Dia menyimpan Monalisa selama dua tahun di loteng kamarnya di Paris. Tahun 1913, Peruggia membawa pulang Monalisa ke Italia dan mencoba menjualnya. Dia kemudian tertangkap, namun masyarakat Italia malah menganggap Peruggia sebagai pahlawan karena berhasil ‘memulangkan’ Monalisa ke tanah airnya. Setelah dipamerkan ke publik, Pemerintah Italia akhirnya memulangkan Monalisa kembali ke ‘rumah’ di Museum Louvre, Perancis. 













Tahun 1962, Monalisa sempat berkunjung ke negara Paman Sam, AS untuk dipamerkan di museum National Gallery. Tahun 1974, bertualang ke Moskow dan Tokyo, di mana jumlah pengunjung pameran hampir mencapai dua juta orang hanya dalam beberapa hari saja. Sebuah rekor jumlah kunjungan museum yang belum terpecahkan hingga sekarang. Banyak yang menyukai lukisan Monalisa namun tidak sedikit pula yang membencinya. Tahun 1956, Monalisa dilempari asam hingga menyebabkan sedikit kerusakan di bagian bawah lukisan. Selanjutnya terkena lemparan batu yang menyebabkan lukisan lecet di beberapa bagian. Tahun 1974, Pemerintah Jepang menghadiahi Monalisa bingkai kaca anti peluru yang berpenyejuk udara. Sejak saat itu Monalisa mulai aman dari gangguan tangan-tangan jahil.

Kontroversi tak berujung 
Sampai sekarang Monalisa masih diliputi tanda tanya besar terutama yang berkaitan dengan subyek lukisannya. Memang pendapat umum yang diterima semua kalangan Monalisa adalah Lisa del Giocondo (Lisa Gherardini), tapi ada ahli yang mengatakan bahwa Monalisa sebenarnya adalah potret diri Leonardo da Vinci yang dilukis berwujud perempuan, sementara ada juga yang mengatakan Monalisa adalah ibu kandung da Vinci. Pendapat lain mengatakan Monalisa adalah Pacifica Brandano, Constanza d'Avalos dan bahkan Isabella of Aragon yang merupakan isteri terakhir dari da Vinci. Jelasnya, siapapun yang dilukis oleh da Vinci dalam lukisan Monalisahanya dia dan Tuhan yang tahu!





2. Starry Night by Vincent Van Gogh

Salah satu lukisan yang saat ini paling dikenal, Van Gogh Starry Night adalah sebuah lukisan klasik yang memanggil emosi dari ketenangan di menara gereja ke alam bebas meninggalkan warna yang digunakan untuk langit malam itu.
Starry Night Oil on canvas 73.0 x 92.0 cm. Saint Rémy June, 1889 Satu pemahaman yang sederhana tentang "Three Starry Night" Starry Night yang diproduksi oleh Van Gogh merupakan satu pencapaian yang tinggi dalam sebuah karya yang terlihat begitu artistic. Meskipun semasa hayatnya Van Gogh hanya menjual sebuah lukisan, namun kerja-kerja lukisannya dikatakan sangat hebat dan besar.
Starry Night merupakan sebuah karya yang paling terkenal dalam sebuah peradaban yang modern dan sering dijadikan untuk tujuan peniruan dan direproduksi. Van Gogh telah menghasilkan lukisan ini ketika Van Gogh di Asylum Saint-Remy dalam tahun1889. Ketika umur Van Gogh masih muda, Van Gogh mau membaktikan terhadap agama kristiannya dan ketika itu banyak anggapan bahwa usahanya terhadap agamnya ini telah digambarkan dalam sebelas bintang didalam lukisannya.Sejak tahun 1941 karya The Starry Night ini telah menjadi koleksi tetap ke Museum Seni Modern di New York City. 
Menurut pencipta lagu McLean, "Starry, Starry Night" (berdasarkan lukisan), adalah hampir mustahil untuk menjauh dari lukisan yang amat mengagumkan ini.Mungkin kita bertanya-tanya kenapa lukisan ini dikatakan sangat terkenal dan apakah ciri-cirinya yang menyebabkan ia semakin populer . Sebenarnya ada beberapa aspek utama dan kelompok yang melihat karya ini dan setiap faktor yang dijelaskan oleh setiap individu adalah secara berbeda. 



 

Vincent van Gogh : Pusaran Badai Hidup Sang Jenius Seni


http://2.bp.blogspot.com/-4hdmXFr_qwc/UTX71WhiEdI/AAAAAAAAABw/q7xYwA5c6g8/s320/Vincent+van+Gogh.jpgVincent van Gogh adalah maestro pelukis dengan karya dan kisah hidup yang tidak biasa. Bak goresan kuasnya yang penuh lika-liku dalam lukisan Starry, Starry Night, kehidupan Vincent van Gogh juga penuh pusaran badai yang kemudian menghabisi nyawanya.
Kehidupan Vincent van Gogh yang penuh badai berawal dengan damai dan tenang di sebuah kota kecil di Belanda. Pada 30 Maret 1853, Theodorus can Gogh, pendeta setempat, dianugerahi anak pertama yang dinamai Vincent. Ia dididik dengan religius dan tumbuh menjadi anak saleh. Vincent juga disayangi kelima adiknya yang lahir kemudian.
Di usia 16 tahun, setelah menuntaskan sekolah di kota kecilnya, Vincent memutuskan untuk mengikuti jejak sang paman sebagai penjual karya seni.      

Ia memulai karier barunya di Belanda, dan ketika usahanya semakin berkembang, Vincent harus sering bepergian ke Inggris dan Perancis. Awal yang menjanjikan untuk seorang pria muda.
Satu kali, ketika sedang menetap di Inggris untuk menjual karya-karya seni, Vincent berkenalan dengan perempuan setempat, putri dari pemilik kontrakan tempatnya tinggal. Vincent jatuh cinta padanya, namun cinta pertama ini berujung penolakan. Merasa depresi, Vincent pun meninggalkan bisnisnya begitu saja. Ia kembali ke kota kelahirannya dan mengikuti jejak sang ayah, mempelajari teologi.

Meski penuh semangat untuk menjadi pelayan Tuhan, Vincent gagal di beberapa mata pelajaran. Salah satu argumennya yang mencolok kala itu adalah penolakan terhadap penggunaan bahasa Latin dalam khotbah untuk kaum marjinal. Padahal, Vincent dekat dengan golongan tak mampu, seperti dengan kaum buruh tambah. Niat Vincent menjadi pendeta pun pupus.
Suatu kali, sebuah panggilan bergema kuat di benak Vincent. Ia ingin melakukan sesuatu yang lebih, meninggalkan jejak yang abadi. Sudah lama Vincent suka melukis, dan Theo, adik yang paling dekat dengannya, selalu mendorong sang kakak untuk melukis. Theo yang juga berkarier sebagai pedagang barang seni bahkan rela membiayai Vincent mengikuti pendidikan seni di Academie Royale des Beaux-Arts, Belgia, selama sembilan bulan.
Di usia 27 tahun, setelah merampungkan studinya, Vincent pulang ke rumah orang tuanya untuk melukis secara profesional. Sebagai seorang perfeksionis, Vincent tak ragu melakukan banyak eksperiment dan riset mendalam untuk memperkuat ilmu seninya secara otodidak. Objek-objek awalnya adalah pemandangan pedesaan atau figur para buruh tambang.
Pada 1881, dengan karier seni yang masih redup (lukisannya banyak diprotes karena tidak memakai warna-warna cerah seperti trend kala itu), Vincent kembali jatuh cinta. Kali ini, ia jatuh hati pada saudara sepupunya sendiri, Cornelia Adriana. Namun, Cornelia tak dapat menerima cinta Vincent karena wanita itu masih berduka atas kematian suaminya.
Tak lama, Vincent mulai menunjukkan gejala sakit mental. Ia pindah dari rumah orangtuanya untuk tinggal dengan sepupunya yang juga pelukis, Anton Mauve. Namun, dari rumah terdengar kabar bahwa sang ayah sakit keras. Vincent pulang ke Belanda dan mendirikan studio untuk berkarya di dekat rumah orang tuanya. Tetap saja, lukisan Vincent masih belum laris meski ia telah beradaptasi dengan gaya lukisan kala itu dan menerima masukan dari kritikus seni.
Suatu hari, Vincent kembali jatuh cinta, kali ini dengan Margot Begemann, putri tetangganya. Hubungan Vincent dan Margot cukup serius dan mereka telah merencanakan pernikahan. Sayang, orangtua Vincent maupun Margot menentang habis-habisan. Margot yang putus asa sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan menenggak racun.
Ayah Vincent meninggal tak lama kemudian. Dalam kondisi depresi, Vincent pergi jauh dari rumahnya dan tiba di Paris. Di sana, ia tinggal bersama seniman terkenal Paul Gauguin, sambil sama-sama membangun mimpi untuk sama-sama membuat sebuah komunitas seni.
Namun, kondisi kesehatan Vincent makin lama makin memburuk – serangan epilepsi dan delusi mulai mengganggu kesehatan jiwanya. Satu kali, pertengkaran pecah antara Vincent dan Gauguin, dan Vincent sempat mengejar temannya dengan pisau. Pulangnya, dalam rasa kalut yang luar biasa, Vincent nekat memotong satu telinganya. Ia masuk rumah sakit dan ketika pulang, ia mendapati Gauguin telah pergi.
Pada 1888, Vincent mendaftarkan diri ke sebuah pusat perawatan mental di Saint Remy de Provence. Di sinilah Vincent berkarya dengan bebas, tanpa dikecewakan wanita atau sahabat. Vincent melukis dengan sangat produktif. Hampir setiap hari ia menghasilkan satu lukisan dengan kualitas tinggi.
Vincent telah terbiasa memasukkan warna cerah dan goresan yang unik pada karya-karyanya. Lukisan Vincent di masa ini menggambarkan kehidupan sehari-hari, seperti suasana kafe atau langit malam, namun goresan dan simbol di dalamnya benar-benar menggambarkan kondisi mental dan kehidupan personal Vincent.
Sayang, karena karya-karyanya tidak pernah diapresiasi, Vincent memandang hidupnya sebagai sebuah kesia-siaan. Suatu hari, Vincent menembak dadanya sendiri dan meninggal dua hari kemudian. Usianya baru 37 tahun.
Theo, adik kesayangan Vincent yang terus mengumpulkan karya-karya sang kakak, meninggal enam bulan kemudian. Janda Theo, Johanna Gesina, memutuskan mempublikasikan lukisan-lukisan kakak iparnya. Ternyata, karya Vincent mendapat popularitas tinggi dalam waktu singkat. Nama Vincent van Gogh mendadak terkenal dan karyanya diburu kolektor dengan harga tinggi. Bahkan, gaya lukisan Vincent turut mengubah tren lukisan kala itu dan membidani kelahiran aliran post-impresionisme. Kisah hidupnya yang penuh “badai” pun menjadi legenda.
Tak lama setelah kematiannya, acara peringatan yang didedikasikan untuk Vincent van Gogh digelar dimana-mana. Seharusnya, inilah akhir yang indah dari perjalanan sang seniman, seandainya saja ia hidup cukup lama untuk menyaksikannya.
Kekaguman terhadap sosok Vincent van Gogh membuat musisi Don McLean menggubah lagu berjudul Vincent. Lagu tersebut menjadi hits pada era 1970-an di Inggris dan Amerika, dan banyak dinyanyikan ulang oleh para musisi, termasuk oleh Josh Groban












Karya-Karya Vincent van Gogh

The Potato Eaters

Lukisan yang menggambarkan lima orang sederhana yang duduk dan makan kentang ini dalah salah satu karya awal Vincent. Terinspirasi dengan kedekatannya dengan kaum marjinal, lukisan yang pada awalnya kurang diapresiasi tersebut kini dianggap salah satu mahakarya Vincent van Gogh.


Sunflowers

Vincent beberapa kali melukis bunga matahari yang menunjukkan intensitas unik dalam sesuatu yang sederhana. Lukisan bunga matahari paling terkenal adalah yang ia buat khusus untuk menghias kamar seniman Paul Gauguin.

Starry, Starry Night

Jika karya-karya Vincent diibaratkan teater, maka lukisan yang dibuat Vincent di rumah sakit jiwa ini adalah klimaksnya. Konon, goresan-goresan intens yang berliku mencerminkan kondisi emosional sang pelukis yang tidak stabil.

Self-Potrait

Jika di Indonesia kita punya Affandi yang kerap melukis potret diri, maka di dunia internasional ada Vincent van Gogh yang melukis lebih dari 30 potret diri. Ini bukan narsisme. Melukis diri adalah media Vincent untuk melakukan introspeksi atas hidupnya, juga untuk melatih keterampilan seninya.




3. The Kiss by Gustav Klimt
Gustav Klimt, master Vienna melukis lukisan Kiss pada tahun 1907. Lukisan ini menggambarkan beberapa dikelilingi oleh selimut emas dan ornamen berbagi saat gairah geser - ciuman yang sempurna.
Gustav Klimt, seorang seniman yang dirayakan karya seni yang indah dapat ditemukan di seluruh Wilayah Mediterania dan terutama di Sisilia. 14 Juli di tahun 1862 adalah hari ketika Klimt lahir. Dia lahir di Baumgarten yang dekat Wina. Dia belajar melukis arsitektur. Klimt yang mulai bekerja sebagai seorang pelukis arsitektur dianugerahi medali untuk bekerja indah pada tahun 1888. Dia mulai bekerja dengan temannya dan saudara untuk melukis langit-langit dan mural tetapi setelah kematian saudaranya dan ayahnya, gaya kerjanya berubah. Pada tahun 1897, Klimt bergabung dengan Sezession Wiener sebagai anggota.


Kelompok Sezession Wiener

Para Sezession Wiener adalah kelompok yang dibentuk dari seniman. Klimt juga menjadi presiden dari kelompok ini. Tujuan kelompok ini adalah untuk memulai pameran bagi para seniman yang tidak konvensional yang bisa membawa karya seni terbaik mereka ke Wina. Para seniman dalam kelompok ini tidak bekerja pada setiap gaya tertentu. Pemerintah juga mendukung kelompok ini dengan menawarkan beberapa tanah yang disewa untuk menciptakan sebuah ruang pameran untuk menampilkan Lukisan mereka.






Lukisan karya Klimt

. Lukisan-lukisan yang ia ciptakan dalam periode emasnya diterima dengan perhatian lebih. Klimt memenangkan banyak hadiah untuk karya seni yang besar. Pada tahun 1911, ia dianugerahi hadiah pertama dalam sebuah pameran yang diselenggarakan di Roma. Membuat lukisan Klimt banyak tapi tidak pernah membuat potret diri. Dia tidak dipelihara buku harian, juga tidak meninggalkan catatan. Bekerja lukisannya berakhir pada tahun 1918 ketika ia meninggal. Banyak lukisan-Nya yang belum selesai ketika dia meninggal. Sedikit tentang dirinya selain karya seni yang besar diketahui orang.

Lukisan paling terkenal

"The Kiss" adalah lukisan paling terkenal dibuat oleh Klimt. Ini adalah karya yang diciptakan oleh-Nya dalam periode emasnya. Ini menunjukkan pasangan yang terlibat dalam satu sama lain dan mengabaikan seluruh dunia.

Nilai lukisan

Tiga lukisan Klimt populer adalah Potret Adele Bloch-Bauer I, Willem de Kooning 's Perempuan III dan Jackson Pollocks Tidak 5. Harga tertinggi dibayar untuk lukisan-lukisan ini. Adele Bloch-The Bauer saya dijual sebesar $ 135 juta pada tahun 2006. Harga ini juga merupakan harga tertinggi lukisan pada waktu itu tapi setelah itu Pollocks Tidak Jackson 5 dan Willem de Kooning Wanita III yang bernilai lebih dan dijual sebesar $ 137 juta dan $ 140 juta.






B.  Fakta menarik dari 3 lukisan yang terkenal di Perancis

Ø Sejumlah fakta menarik lain tentang Monalisa

         Monalisa dilukis di atas kanvas kulit kayu menggunakan cat minyak dan berukuran 77 x 53 cm.
         Mona dalam bahasa Italia adalah singkatan untuk madonna yang artinya adalah "nyonyaku". Sehingga judul lukisan artinya adalah Nyonya Lisa. Dalam bahasa Italia biasanya judul lukisan ditulis sebagai Monna Lisa(dengan ‘n’ ganda).
         La Gioconda adalah bentuk feminin dari Giocondo. Kata giocondo dalam bahasa Italia artinya adalah "riang" dan la gioconda artinya adalah "wanita riang". Berkat senyum Mona Lisa yang misterius, frasa ini memiliki makna ganda. Begitu pula terjemahannya dalam bahasa Perancis; La Joconde.
         Nama Mona Lisa dan La Gioconda atau La Joconde menjadi judul lukisan yang diterima secara luas semenjak abad ke-19. Sebelumnya lukisan ini disebut dengan berbagai nama seperti "Wanita dari Firenze" atau "Seorang wanita bangsawan dengan kerudung tipis".
         Lisa del Giocondo (Lisa Gherardini) atau Monna Lisa lahir tahun 1479 dan berusia sekitar 24 tahun ketika Leonardo da Vinci melukisnya.
         Tahun 1625, seorang bangsawan Inggris, Duke of Buckingham mengajukan tawaran membeli lukisan Monalisa.
         Seniman terkenal Italia, Pablo Picasso sempat diinterogasi polisi Italia saat lukisan Monalisa hilang. Ini karena Picasso sebelumnya diketahui membeli beberapa arca curian dari Museum Louvre beberapa bulan sebelum Monalisa hilang.
         Tahun 1919, seniman aliran Dadais, Marcel Duchamp melukis parodi Monalisa bertajuk L.H.O.O.Q. Dalam lukisan ini Monalisa ditambahkan kumis dan jenggot. L.H.O.O.Q. menjadi sama tenarnya dengan Monalisa.
         La Joconde a le sourire (Monalisa masih tersenyum) adalah sebuah sandi rahasia saat Perang Dunia II untuk menandakan bahwa sejumlah barang seni koleksi Negara telah diamankan.
         Tahun 2000, Eric Harshbarger menyusun sketsa Monalisa menggunakan mainan Lego, sementara Karen Eland melukis Monalisa menggunakan bahan kopi.

         Lukisan Monalisa terkecil dibuat oleh Yves Gerard yang berukuran 9x13 milimeter. Sementara lukisan yang terbesar (Mega Mona) dibuat oleh Karen Savell yang berukuran 44x62 inci.

         Karakter Monalisa sempat muncul dalam serial kartun “Kura-kura Ninja” di episode 'Raphael Meets His Match'. Tiga anggota kura-kura Ninja: Raphael, Leonardo, dan Donatello membantu Monalisa mencari penjahat yang telah mengubahnya menjadi mutan 
         Tahun 2000 digelar sebuah pameran besar dengan tajuk Seratus Senyum Monalisa (The 100 Smiles of Mona Lisa) yang memamerkan beragam salinan lukisan Monalisa sejak abad ke-19.
Sebelum berkunjung ke AS pada tahun 1962, Monalisa ditaksir untuk kepentingan asuransi dan nilainya adalah 100 juta dolar AS. Hingga saat ini Monalisa tidak diasuransikan karena sudah dianggap sebagai aset Negara oleh pemerintah Perancis.
         Sebuah tayangan dari National Geographic berjudul "Testing the Mona Lisa" mengungkap bahwa Monalisa ternyata sedang hamil saat dilukis.
         Tahun 2005, sejumlah peneliti dari Universitas Amsterdam mengungkap penelitian mereka tentang senyum Monalisa yaitu: 83% bahagia, 9% jijik, 6% takut, 2% marah, -1% netral, 0% terkejut.
         Januari 2010, Dr Vito Franco, profesor anatomi patologi dari Universitas Palermo berteori bahwa Monalisa saat dilukis pada 1503 mengalami kegemukan dan berkolesterol tinggi.
         Museum Vernon di AS mengklaim lukisan Monalisa mereka adalah lukisan asli. Monalisa versi Vernon memiliki subyek yang lebih muda dan lukisannya agak sedikit lebih lebar.

Ø Fakta menarik Starry Night by Vincent Van Gogh

·         Semasa hidupnya, Vincent van Gogh hanya berhasil menjual satu dari sekitar 1.900 karya yang ia hasilkan.
·         Meski menderita gangguan mental, Vincent sesungguhnya sosok yang sangat cerdas dan menguasai beberapa bahasa sekaligus.
.
Ø Fakta
·         Karya Klimt tidak menerima popularitas tinggi di awal. Beberapa lukisan dianggap sebagai pornografi dan ditolak
·         "The Kiss" adalah lukisan paling terkenal dibuat oleh Klimt










C.  Impresionisme
Impresionisme adalah gerakan seni yang muncul pada abad ke-19 di Perancis. Kritikus Louis Leroy menciptakan istilah ini saat menyindir Impression, sebuah karya seni ciptaan Claude Monet. Claude Monet lantas diakui sebagai sala satu pelopor Lukisan Impresionis Prancis.
Seni impresionisme adalah gaya lukisan yang ditandai dengan sudut visual yang unik, sapuan kuas mencolok, dan komposisi terbuka. Bentuk seni ini menekankan pada perubahan pola cahaya untuk menunjukkan berlalunya waktu.                                                Lukisan impresionisme memberi kesan bahwa sebuah objek ditangkap secara sambil lalu. Itu sebab, lukisan memiliki detail yang rendah dengan lukisan sering berwarna cerah dan melibatkan unsur gerakan. Impresionisme dari periode awal melampaui pakem lukisan tradisional. Terinspirasi oleh seniman seperti Eugene Delacroix, pelukis impresionis lebih mendasarkan lukisan mereka pada sapuan warna daripada garis.                    Pada masa sebelumnya, lukisan lebih banyak dilakukan di dalam ruangan. Pelukis Prancis seperti Gustave Courbet dan Theodore Rousseau lantas membuka jalan untuk impresionisme dengan memperkenalkan seni luar ruangan. Impresionisme adalah yang pertama membawa subjektivitas pada lukisan. Seni Jepang juga memberikan kontribusi terhadap munculnya impresionisme.
Lahirnya Impresionisme
Pada pertengahan abad ke-19, Academie des Beaux-Arts mendominasi dunia seni Perancis. Saat itu, karya seni terutama menggambarkan sejarah dan agama. Lukisan-lukisan menjadi tidak memiliki semangat dan kecerahan. Academie berpandangan ketat terhadap gaya lukisan dan tidak mempromosikan seniman muda untuk membawa gaya dan semangat baru. Academie secara rutin mengadakan pameran seni tahunan di mana majelis hakim menilai lukisan seniman dan memberi hadiah pada lukisan yang menjadi pemenang. Para hakim menolak dengan tegas lukisan yang keluar dari pakem sehingga menekan kebebasan berekspresi sebagian seniman muda.
Pada tahun 1863, banyak lukisan seniman muda ditolak yang membuat Kaisar Napoleon III mesti turut campur. Dia menyatakan bahwa penilaian lukisan harus dilakukan oleh masyarakat umum. Itu sebab, sang kaisar lantas mensponsori pameran yang menampung lukisan yang ditolak. Pemeran tersebut dikenal sebagai Salon des Refuses yang menarik minat banyak orang dan mengarahkan lahirnya tren baru. Para seniman meminta agar Salon des Refuses diadakan lagi pada tahun 1867 dan kemudian pada tahun 1872. Kedua permintaan tersebut ditolak.
Pada tahun 1873, Monet, Pierre-Auguste Renoir, Alfred Sisley, dan Camille Pissarro membentuk asosiasi Pelukis, Pematung dan Pemahat untuk menampung para seniman dan memamerkan karya mereka. Pameran pertama diselenggarakan pada bulan April tahun 1874 yang menampilkan karya tiga puluh seniman. Pameran ini mendapatkan banyak kecaman dari masyarakat serta harus berjuang menghadapi konflik internal.
Renoir akhirnya menentang impresionisme di tahun 1880-an. Pissarro adalah satu-satunya pelukis yang berpartisipasi dalam semua pameran impresionisme yang berlangsung delapan kali. Durand Ruel, dealer para seniman sangat berperan membuat impresionisme populer. Impresionisme pada akhirnya semakin mendapat tempat di masyarakat. Selain Renoir, Pissarro, Monet dan Sisley yang dapat dianggap sebagai pelopor impresionisme, seniman lain seperti Berthe Morisot, Armand Guillaumin, dan Frederic Bazille juga berkontribusi terhadap perkembangan impresionisme.
Edgar Degas dan Edouard Manet menganggap diri mereka bukan bagian impresionis, namun karya mereka berdua tetap dianggap terpengaruh impresionisme. Sapuan kuas tebal untuk memberikan gambaran yang terlihat cerah, tepi yang lembut, dan penggambaran cahaya serta bayangan untuk mendapatkan tampilan yang alami merupakan karakteristik seni impresionisme




BAB III
A.  Kesimpulan
Secara harfiah yang diambil, seni lukisan adalah proses menerapkan warna ke permukaan didukung - seperti kertas, kayu, kaca, atau kanvas. Ketika diambil dalam arti seni, lukisan dimaksudkan untuk membuat gambar atau ekspresi melalui aplikasi ini warna, mewakili dan mendokumentasikan berbagai niat dan mata pelajaran sesuai keinginan artis. Karena ada penjelasan tak terbatas dari apa yang dapat melukis dan apa yang diwakilinya untuk masing-masing seniman individu, akan lebih bermanfaat mengambil melihat di mana lukisan mulai - sehingga beberapa shedding cahaya pada mengapa seni lukis adalah sebuah komponen integral dari karya senimanusia dan budaya .
B.  Implikasi
Dilihat dari beberapa lukisan dalam makalah ini, ada baiknya mengambil nilai positifnya. Menciptakan suatu karya seni yang dapat dilihat, membuat orang suka dengan karya seni Anda. Dengan karya seni juga bisa memberi penghasilan, dan semoga orang-orang dinegara ini bisa menghasilkan banyak karya seni yang terkenal, terutama seni lukis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar